Text
Bahasa dan Kekuasaan: Analisis Wacana dalam Perspektif Sosial dan Politik
KATA PENGANTAR i | DAFTAR ISI ii | DAFTAR GAMBAR x | DAFTAR TABEL xi | BAB 1 Konsep Dasar Bahasa dan Kekuasaan 1 | Oleh Argariawan Tamsil | 1.1 Bahasa sebagai Sistem Simbol dan Praktik Sosial 1 | 1.2 Relasi Bahasa dan Kekuasaan dalam Perspektif Teoretis 2 | 1.3 Bahasa, Wacana dan Konstruksi Realitas Sosial 4 | 1.4 Bahasa, Opini Publik dan Hegemoni Sosial 6 | 1.5 Bahasa dalam Dualitas Struktur sebagai Produk sekaligus Produsen Kekuasaan 7 | 1.6 Media, Repetisi dan Produksi Realitas 8 | 1.7 Bahasa, Legitimasi dan Stabilitas Kekuasaan 8 | 1.8 Bahasa sebagai Arena Etis antara Dominasi dan Emansipasi 9 | DAFTAR PUSTAKA 11 | BAB 2 Teori Kekuasaan Dalam Kajian Bahasa 13 | Oleh Mas’ud Muhammadiah | 2.1 Pengertian Kekuasaan dan Kajian Bahasa 14 | 2.2 Konsep Dasar 15 | 2.3 Teori Kekuasaan 18 | a. Kekuasaan dalam Tradisi Marxis 18 | b. Kekuasaan dalam Tradisi Foucauldian 19 | c. Kekuasaan Simbolik Bourdieu 21 | d. Teori Tindak Tutur dan Kekuasaan 23 | e. Teori Ideologi dan Bahasa 24 | 2.4 Perspektif Sosiolinguistik Kritis 26 | a. Perspektif Politik 27 | b. Kerangka Pikir 30 | DAFTAR PUSTAKA 32 | BAB 3 Analisis Wacana: Konsep Dan Pendekatan 35 | Oleh Aman Yikwa | 3.1 Konsep Dasar Analisis Wacana 37 | 3.2 Kekuasaan, Ideologi dan Wacana: Kerangka Konseptual 40 | 3.3 Pendekatan-Pendekatan Utama dalam Analisis Wacana 43 | 3.4 Level Analisis dan Teknik Operasional 47 | DAFTAR PUSTAKA 53 | BAB 4 Analisis Wacana Kritis 55 | Oleh Yoga Karmizi | 4.1 Pengertian Analisis Wacana Kritis 55 | 4.2 Karakteristik Analisis Wacana Kritis 57 | a. Bersifat Kritis 57 | b. Berorientasi pada Kekuasaan (Power Oriented) 58 | c. Mengandung Ideologi 59 | d. Kontekstual 60 | e. Fokus pada Praktik Diskursif 61 | 4.3 Model Analisis Wacana Kritis 62 | a. Model Norman Fairclough 62 | b. Model Teun A. van Dijk 65 | c. Model Ruth Wodak 66 | DAFTAR PUSTAKA 68 | BAB 5 Bahasa Politik dan Retorika Kekuasaan dalam Analisis Wacana 69 | Oleh Robert Masreng | 5.1 Pengantar 69 | 5.2 Pengertian Bahasa Politik 70 | 5.3 Ciri-ciri Bahasa Politik 71 | a. Bahasa Politik Bersifat Persuasif 73 | b. Mengandung Muatan Ideologis 81 | c. Menggunakan Metafora Politik 82 | d. Menggunakan Slogan dan Repetisi 82 | 5.4 Retorika Kekuasaan 83 | a. Narasi Pembangunan 84 | b. Narasi Stabilitas Nasional 85 | c. Narasi Ancaman terhadap Negara 86 | 5.3 Manfaat Bahasa Politik dalam Analisis Wacana 87 | a. Mengungkap Ideologi Politik 87 | b. Mengungkap Relasi Kekuasaan 88 | c. Mengungkap Strategi Persuasi 88 | 5.6 Analisis Wacana Politik Menurut van Dijk 88 | a. Struktur Teks 88 | b. Kognisi Sosial 88 | c. Konteks Sosial 89 | d. Kognisi Sosial atau Social Cognition 92 | e. Konteks Sosial (Social Context) 95 | f. Model Analisis Wacana Fairclough 96 | 5.7 Bahasa Retorika Kekuasaan 101 | 5.8 Ringkasan Pola Retorika 111 | DAFTAR PUSTAKA 112 | BAB 6 Bahasa, Media, dan Opini Publik 115 | Oleh Grace Janice Martha Mantiri | 6.1 Pengantar 115 | 6.2 Bahasa Sebagai Instrumen Ideologis 116 | 6.3 Media sebagai Arena Konstruksi Realitas 118 | 6.4 Opini Publik Sebagai Produk Wacana 120 | 6.5 Analisis Teks Wacana Media 122 | a. Studi Kasus I: Lingkungan vs Ekonomi 122 | b. Studi Kasus II: MBG vs Efisensi Anggaran 123 | 6.6 Rangkuman 125 | DAFTAR PUSTAKA 127 | BAB 7 Bahasa dan Kekuasaan dalam Pendidikan 129 | Oleh Aleda Mawene | 7.1 Pengantar 129 | 7.2 Bahasa sebagai Modal Simbolis 132 | 7.3 Politik Bahasa dalam Kurikulum dan Kebijakan 135 | 7.4 Dinamika Kekuasaan dalam Interaksi di Ruang Kelas 138 | 7.5 Literasi Kritis dan Pemberdayaan Linguistik dalam Konteks Pendidikan di Indonesia 140 | 7.6 Rangkuman 142 | DAFTAR PUSTAKA 143 | BAB 8 Bahasa, Hukum, dan Kekuasaan 147 | Oleh Rahma Anugraheny | 8.1 Bahasa sebagai Instrumen Kekuasaan 147 | 8.2 Wacana Hukum sebagai Praktik Diskursif Sosial 148 | 8.3 Relasi Bahasa dan Legistimasi Kekuasaan 150 | 8.4 Bahasa, Hegemoni dan Dominasi Sosial 153 | 8.5 Peran Media, Hukum dan Produksi Wacana Kekuasaan 154 | 8.6 Analisis Wacana Kritis terhadap Teks Hukum dan Kebijakan 157 | a. Teun A. Van Dijk 157 | b. Theo Van Leeuwen 159 | c. Michel Foucault 160 | d. Norman Fairclough 161 | e. Roger Fowler, Robert Hodge, Gunther Kress dan Tony Trew 163 | f. Ruth Wodak 164 | g. Kerangka Model Analisis Wacana Kritis terhadap Teks Hukum dan Kebijakan 165 | DAFTAR PUSTAKA 167 | BAB 9 Bahasa dan Kekuasaan Gender 171 | Oleh Adolina Velomena Samosir Lefaan | 9.1 Relasi Bahasa, Wacana dan Konstruksi Kekuasaan Gender 171 | a. Bahasa sebagai Medium Produksi Realitas Sosial 171 | b. Wacana Gender dalam Struktur Sosial dan Budaya 172 | c. Ideologi Gender dalam Praktik Kebahasaan 173 | d. Bahasa sebagai Arena Legitimasi Kekuasaan 174 | 9.2. Representasi Gender dalam Praktik Diskursif dan Produksi Makna Sosial 175 | a. Representasi Perempuan dan Laki-Laki dalam Struktur Bahasa 175 | b. Stereotip Gender dalam Pilihan Leksikal dan Narasi Sosial 176 | c. Metafora, Label dan Simbolisme Gender dalam Wacana Publik 177 | d. Bahasa Media dan Produksi Imajinasi Gender 177 | 9.3 Negosiasi, Resistensi dan Transformasi Wacana Gender dalam Bahasa 178 | a. Bahasa sebagai Ruang Negosiasi Identitas Gender 178 | b. Strategi Diskursif dalam Menantang Hierarki Gender 179 | c. Reapropriasi Bahasa dan Politik Penamaan 180 | d. Transformasi Wacana Gender dalam Praktik Kebahasaan Kontemporer 181 | DAFTAR PUSTAKA 183 | BAB 10 Bahasa, Budaya Dan Kekuasaan Simbolik 185 | Oleh Torang Hutabarat | 10.1 Pengantar 185 | 10.2 Bahasa Sebagai Simbol Budaya 186 | a. Bahasa Sebagai Identitas Kolektif Masyarakat 186 | b. Peran Bahasa dalam Melestarikan Tradisi Dan Nilai Budaya 187 | c. Simbolisme Bahasa dalam Ritual dan Upacara Adat 188 | d. Bahasa sebagai Penanda Status Sosial dan Kelompok 188 | 10.3 Kekuasaan Simbolik dalam Tradisi 189 | a. Konsep Kekuasaan Simbolik menurut Pierre Bourdieu 190 | b. Bahasa Sebagai Legitimasi Tradisi dan Otoritas Adat 190 | c. Relasi Antara Bahasa, Mitos dan Kekuasaan 191 | d. Praktik Kekuasaan Simbolik dalam Budaya Lokal Indonesia 191 | 10.4 Relasi Bahasa, Ritual dan Kekuasaan 192 | a. Bahasa Dalam Doa, Mantra dan Ritual Keagamaan 193 | b. Fungsi Performatif Bahasa dalam Upacara Adat 194 | c. Kekuasaan Simbolik Pemimpin Ritual Melalui Bahasa 195 | d. Analisis Wacana Ritual sebagai Legitimasi Kekuasaan 195 | 10.5 Representasi Budaya dalam Wacana 196 | a. Bahasa sebagai Medium Representasi Budaya 197 | b. Wacana Budaya dalam Teks Sastra dan Seni Pertunjukan 198 | c. Representasi Budaya Melalui Peran Media Massa, Platform Digital 199 | d. Kritik Atas Representasi Budaya Bias atau Hegemonik 199 | 10.6 Kekuasaan Simbolik 200 | a. Bahasa dalam Ritual Adat Jawa 201 | b. Bahasa Simbolik dalam Politik Lokal 201 | c. Bahasa Dalam Seni dan Musik Tradisional 202 | d. Bahasa Simbolik dalam Media Sosial Kontemporer 203 | 10.7 Bahasa, Budaya Populer dan Kekuasaan 203 | a. Bahasa dalam Budaya Populer 204 | b. Kekuasaan Simbolik Selebritas Melalui Bahasa 205 | c. Bahasa Gaul dan Identitas Generasi Muda 205 | d. Dampak Globalisasi Terhadap Bahasa dan Budaya Lokal 206 | 10.8 Tantangan dan Prospek Kajian Bahasa Simbolik 207 | a. Tantangan Menjaga Bahasa Lokal di Era Digital 207 | b. Prospek Kajian Interdisipliner Bahasa dan Budaya 208 | c. Bahasa Simbolik Sebagai Alat Resistensi Budaya 208 | d. Arah Penelitian Masa Depan Tentang Bahasa dan Kekuasaan Simbolik 209 | 10.9 Bahasa, Identitas dan Kekuasaan Simbolik 210 | a. Bahasa Sebagai Penanda Identitas Etnis dan Nasional 210 | b. Politik Bahasa dalam Pembentukan Identitas Kolektif 211 | c. Konflik Bahasa dan Perebutan Simbolik Identitas 211 | d. Kasus Bahasa Daerah Versus Bahasa Nasional 212 | 10.10 Globalisasi, Multikulturalisme dan Kekuasaan Simbolik 213 | a. Dampak Globalisasi terhadap Bahasa Lokal 213 | b. Bahasa sebagai Arena Negosiasi Multikultural 214 | c. Dominasi Bahasa Global (Inggris) sebagai Kekuasaan Simbolik 215 | d. Resistensi Budaya Lokal Melalui Revitalisasi Bahasa 215 | 10.11 Bahasa Simbolik dalam Ruang Digital 216 | a. Bahasa Simbolik dalam Media Sosial 216 | b. Meme, Emoji dan Simbol Digital Sebagai Wacana Kekuasaan 217 | c. Bahasa Digital Sebagai Politik Identitas 218 | d. Tantangan Etika dan Representasi Dalam Ruang Digital 218 | 10.12 Potensi Tambahan Kajian Bahasa Simbolik 219 | a. Perspektif Gender dalam Bahasa Simbolik 220 | b. Bahasa Simbolik dalam Pendidikan 220 | c. Bahasa Simbolik dalam Ekonomi Digital 221 | 10.13 Rangkuman 222 | DAFTAR PUSTAKA 224 | BAB 11 Wacana Kekuasaan dalam Kebijakan Publik 225 | Oleh I Putu Yoga Bumi Pradana | 11.1 Pengantar 225 | 11.2 Konsep Wacana dan Kekuasaan 227 | 11.3 Wacana dalam Proses Kebijakan Publik 228 | 11.4 Bentuk-Bentuk Wacana Kekuasaan dalam Kebijakan Publik 230 | 11.5 Kontestasi dan Resistensi Wacana 233 | 11.6 Rangkuman 235 | DAFTAR PUSTAKA 236 | BIODATA PENULIS 239
No other version available